Merebak Ponsel Replika

Merebak Ponsel Replika


Merebak Ponsel Replika - Artikel ini saya buat atau tepatnya saya salin dari sebuah media dengan judul aslinya tidak saya ganti. Saya teringat oleh pengalaman seorang teman saat membeli handphone baru merek terkemuka dengan harga yang sangat miring, yang ternyata palsu. Waktu itu kira-kira 4 tahun yang lalu. Hal inilah yang mendorong saya untuk membagikan tulisan ini. (Silahkan membaca).

hp palsu


Tergiur oleh harga miring, seorang remaja langsung bikin deal dengan penjual. Istilahnya COD (cash on delivery) pun ditentukan. Namun, remaja ini kurang percaya sebelum cash berlangsung, ia mampir ke redaksi FORSERL untuk menguji iPhone 3G yang ditawarkan seharga Rp 1,5 juta saja. Padahal yang bekas saja, waktu itu, masih dikisaran 5-6 jutaan.

Begitu dikoneksikan ke PC yang terbaca oleh komputer bukannya iTunes. Melainkan drive baru, tak ubahnya dengan ketika mencolokkan flash disc. Pengecekan kemudian dilakukan di fitur dan aplikasi. Keputusan  mutlak dari redaksi FORSEL menyatakan bahwa iPhone 3G ini palsu. Sama sekali tak memakai iOS pula.

Belakangan keluhan kepada redaksi bukan satu-dua lagi. Namun banyak, lewat email, telepon, bahkan kerabat dekat nyaris tergiur oleh smartphone murah. Tak hanya datang dari penjual di Batam yang selama ini menjadi entry banyak produk blackmarket, namun juga di Jakarta dan kota lainnya. Ponsel palsu merebak.

"Sebutannya replika. Ada juga yang menyebut copy atau supercopy", jelas salah seorang penjual. Kalau anda datang ke pusat perdagangan seperti Roxy Mas misalnya, tak sedikit yang terang-terangan menawarkan kopian, superkopian atau replika. Sama saja. 

Yang ditiru tentulah model dari seri kondang. Brand Samsung adalah paling populer. Setelah itu iPhone, juga HTC. Dan, semuanya adalah smartphone. Bukan ponsel fitur yang hanya bisa buat telepon, SMS dan radio FM. Banderolnya murah sekali. Kebanyakan bermain di bawah Rp 2,5 juta untuk seri-seri iPhone dan Samsung Galaxy seri terbaru. Sementara seri yang dijual Rp 4-5 jutaan, biasanya ditawarkan seharga Rp 1,5 - 1,7 juta. Dari harga saja sudah mengundang curiga.

Lantas, dari mana datangnya produk-produk ilegal ini? Para pedagang tak paham pasti. Namun mereka mensinyalir berasal dari China. Dugaan itu boleh jadi benar, mengingat manufaktur berskala kecil-menengah begitu banyak di negeri itu. selain itu mudah pula memperoleh komponen dari yang berkualitas rendah hingga menengah. Tapi sulit mendapatkan chipset atau mikro komponen, apalagi yang buatan produsen seperti intel, Qualcomm, NVidia dan lain-lain. Sebab, perusahaan ini umumnya bekerjasama dengan manufaktur besar, macam Foxconn, HiSense, ZTE, Huawei dan sebagainya.

Jadi bisa dipastikan, komponen yang digunakan tak seperti produk original  namun, para produsen kelas teri ini bisa memperoleh chipset seperti MTK. Kamera dengan resolusi sama. Layar pun tak sedikit yang sudah memakain material seperti IPS misalnya.

Kemudahan menggunakan komponen yang setara itulah membuat gampang merakit produk. Bahwa pabrikan kecil ini juga menggunakan mesin produksi, namun tentu tak sepresisi yang digunakan pabrik besar. Hasilnya jika anda cermat, bisa melihat PCB (printed circuit board) yang digunakan beda standar. Lalu, molding bodi pun tak sehalus produk asli.

Produk replika ini sendiri tidak dipampang di etalase sebagaimana produk asli yang baru dan seken. Mereka ditampung di gudang, pedagang menawarkan, bahkan calon pun ikut serta. Tak sedikit yang memanfaatkan promosi via SMS dan email. ini lebih runyam lagi, karena Anda mungkin tak berhadapan langsung dengan penjual.

Jika menemui pedagang jujur, ia akan bilang status produk tersebut sebagai ori atau replika. Sebaliknya, bila hanya bertemu via suara, bisa celaka 13. So waspadalah..

Berikut ini beberapa seri replika yang bisa Anda temui dengan harga yang menggiurkan. Bandingkan dengan harga asli yang didapatkan dari sejumlah toko ritel.
-->
BRAND/SERI
HARGA ASLI (BARU)
HARGA REPLIKA
iPhone 5
Rp. 8.100.000,-
Rp. 2.000.000,-
Samsung Galaxy S4
Rp. 6.650.000,-
Rp. 2.400.000,-
Samsung Galaxy SIII Mini
Rp. 2.950.000,-
Rp. 1.550.000,-
Samsung Galaxy SIII
Rp. 4.300.000,-
Rp. 1.900.000,-
Samsung Galaxy Note 8
Rp. 5.100.000,-
Rp. 2.100.000,-
Samsung Galaxy Tab 3 7
Rp. 3.400.000,-
Rp. 1.650.000,-
Samsung Galaxy S4 Mini
Rp. 4.900.000,-
Rp. 1.750.000,-
Samsung Galaxy Note II
Rp. 5.950.000,-
Rp. 2.100.000,-

Sumber : Majalah FORSEL, Edisi 12 Desember 2013
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Terima kasih ANDA sudah mengunjungi https://www.blog-pns.com. Silahkan berikan komentar ANDA. Kritik dan Saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan konten di masa yang akan datang. Terima Kasih